Koin Prita Layak Masuk Guinness Book Of Records

Mungkin, sampai hari ini Koin Prita merupakan upaya pengumpulan dana yang terbesar dalam waktu terhitung singkat yang pernah terjadi di dunia dimana jutaan orang menyumbangkan uang koin guna mendukung upaya penalangan denda yang diputuskan hakim kepada Prita karena kasus pencemaran nama baik via email.

Gerakan sosial spontan Koin  Prita ini menarik bukan saja dari animo masyarakat yang terpanggil untuk mengumpulkan koin dengan target 204 juta, yang ternyata telah jauh melampaui target mencapai sekurangnya 650 juta. Tapi juga menarik karena melibatkan komunitas maya. Namun, menarik karena melibatkan dunia maya yang sejauh ini sering dianggap cuma sekedar wilayah dolanan semata.

Setidaknya, menurut kabar berita siang ini, untuk membawa koin ke BI diperlukan 176 karung dan tentu saja mobil BI yang cukup kokoh untuk membawa uang logam yang berton-ton. Jadi, bukan saja unik, dan capaiannya luar biasa, tapi juga menetapkan kalau gerakan sosial Koin Prita merupakan gerakan spontan masyarakat Indonesia  yang menghasilkan koin terbanyak di dunia. Jadi pantaslah masuk atau didaftarkan di Guinness Book Of Records, MURI ataupun pencatat rekor lainnya.

Catatan:

Menurut Mbah Wiki, Guinness World Records (Rekor Dunia Guinness), atau dikenal sebagai The Guinness Book of Records (atau diterbitkan di Amerika Serikat sebagai The Guinness Book of World Records) adalah buku rujukan yang diterbitkan setiap tahun, berisi kumpulan rekor dunia yang berkaitan dengan prestasi manusia, serta catatan “ter-” dan “paling” yang ada di dunia dan mendapat pengakuan secara internasional. Buku ini diterbitkan perusahaan bir hitam Guinness dan memegang rekor dunia sebagai seri buku berhak cipta yang paling laku di dunia.

Dechipering 2012

2012Belakangan ini, tepatnya sekitar lima tahunan yang lalu, tak lama setelah tsunami membelalakkan mata semua orang di Planet Bumi ini, isu 2012 mencuat ke permukaan. Khususnya di Internet, media distribusi informasi yang saat ini sudah merambah kemana-mana. Disebut kemana-mana karena sekarang ini mobile device sudah lebih mampu beradaptasi dengan internet dan lebih murah dan terjangkau harganya. Akibatnya akses informasi di masyarakat semakin mudah dan cepat meluas. Belum lagi pemberitaan yang gencar atas suatu peristiwa menyebabkan percepatan sebaran informasi. Baik informasi itu gosip atau suatu informasi yang bernilai. Read the rest of this entry »

Gempa Sumatera SUDAH DIRAMALKAN!

Gempa besar di Sumatera tanggal 30 September kemarin ternyata sudah diramalkan. Seorang pakar serangga yang meneliti gempa bumi merilis daftar ramalan gempa untuk 33 negara. Salah satunya adalah gempa-gempa di Indonesia, khususnya Sumatera dan Jawa, selama tanggal 9 Sepetember - 3 Oktober 2009. Hasilnya gempa tanggal 30 Semtember 2009 kemarin ternyata termasuk dalam ramalan tersebut. Cerita lebih jauh, baca disini.

Korban Mudik TIAP TAHUN Jauh Lebih Besar Ketimbang Korban Bom JW Mariot-Ritz

mudik1_kendariposPagi-pagi mendengar berita editorial Metro TV memang sudah jadi kebiasaan. Pagi ini (25/9/2009) saya agak telat. Tapi nampaknya sedang membincangkan korban mudik yang tahun ini dilaporkan meningkat. Dari banyaknya komentator Editorial Metro TV, ada satu yang menarik dan agak menyentak. Komentar kritis dan kritik itu disampaikan oleh Pak Sunoto, dari Cirebon. Kebetulan saya tahu siapa Sunoto karena ia kalau tak salah nikah dengan teman SMA saya di Cirebon. Komentarnya yang baru saja saya distribusikan via Twitter @montonx kira-kira sebagai berikut.

“Jumlah korban mudik itu 10 kali lebih besar  dari korban Bom Marriot, tapi kapan Presiden menitikkan airmata untuk korban-korban ini? Apa negara salah urus atau belum diurus”. Read the rest of this entry »

Menyoroti Kampanye Dijital Film Indonesia di Internet : Dari Laskar Pelangi Hingga Merah Putih

Sekitar dua tahun belakangan ini, kita disodori beberapa tayangan film-film Indonesia yang menarik melalui media tradisional masyarakat yaitu televisi. Katakan saja dimulai dari “Ada Apa Dengan Cinta”, lantas beberapa tahun kemudian diantara bersliwerannya film-film genre “Ooo, seraam” muncul film bertema relijius yang diangkat dari novel laris “Ayat-ayat Cinta”.

Kemudian film bertema segala umur yang membludak penontonnya yaitu “Laskar Pelangi”, disusul dengan film “King”, “Ketika Cinta Bertasbih”, “Garuda Didadamu”, hingga santer terdengar satu film perjuangan yang digarap dengan dana dan sumber daya yang serius yaitu “Merah Putih”. Bagaimana keberhasilan dan kegagalan film2 ini dan kaitannya dengan promosi mereka? Simak cerita serunya disini.